Tuesday, 16 April 2013

Session 2



Session 2

By. Caswita Dewi
1601265183


Ciri-Ciri Hukum Public Dan Hukum Privat
Hukum Public
·         Sebuah hukum yang seluruhnya diatur secara top-down (dari atas kebawah) oleh penguasa.
·         Terkait hubungan Negara-negara atau Negara individu.
·         Negara bertindak untuk tujuan kepentingan umum atau bersama.
·         Kaya akan muatan politik ( diserahkan Negara).

Hukum privat
·         Tidak seluruhnya diatur oleh penguasa (sebagian bersifat terbuka).
·         Terkait hubungan individu dan individu (sesama swasta atau partikelir).
·         Individu bertindak untuk kepentingan sendiri.
·         Tidak terkait politik.

Peryataannya, pembedaannya tidak sepenuhnya bisa tegas.

Contoh Hukum Public
Kasus Menipu lalu polisi bisa penyidikan (menentukan pidana/ perdata) dan penyidikan (siapa tersangkanya).
Ringkasan Hukum Dagang
·         Investasi langsung : badan kordinasi penanaman modal.
·         Investasi tidak langsung : pasar modal yaitu membeli saham dan obligasi dan lain-lain.

 
·         Mengikuti konfensi itu penting untuk melindungi negara.
·         Hukum komersial yaitu hubungan yang memiliki nilai keuangan.
·         PT itu badan hukum (badan hukum privat) sedangkan CV bukan badan hukum

Civic Law
Hukum sipil (civil law) atau yang biasa dikenal dengan Romano-Germanic Legal System adalah sistem hukum yang berkembang di dataran Eropa. Titik tekan pada sistem hukum ini adalah, penggunaan aturan-aturan hukum yang sifatnya tertulis. Sistem hukum ini berkembang di daratan Eropa sehingga dikenal juga dengan sistem Eropa Kontinental. Kemudian disebarkan negara-negara Eropa Daratan kepada daerah-daerah jajahannya.
Secara umum sistem hukum Eropa Kontinental dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Hukum publik : Dimana negara dianggap sebagai subyek/ obyek hukum.
  2. Hukum privat  : Dimana negara bertindak sebagai wasit dalam persidangan/ persengketaan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_hukum_di_dunia

·         Negara yang menganut hukum ini adalah negara jajahan belanda.
·         Yaitu yang di pentingkan dalam undang-undang.
·         Di letakkan disetiap daerah.
Common Law
Common law merupakan satu istilah bahasa Inggeris yang bermaksud "undang-undang am" atau "undang-undang semua" dan merupakan sebahagian daripada undang-undang ramai negara, terutama mereka yang mempunyai sejarah penjajahan empayar British keatas mereka. Ia dinotakan untuk cirinya yang mempunyai undang-undang bukan statut dengan konsep duluan mengikat didapati daripada keputusan-keputusan mahkamah terhadap kes terdahulu yang merangkumi masa berabad-abad.


Maksud Yang Mengikat Kepada Istilah
Terdapat tiga maksud yang mengikat kepada istilah ini:
  • Common law sebagai berlawanan dengan undang-undang akta dan undang-undang regulasi: adalah untuk membezakan dengan satu pihak kuasa yang menguatkuasakan sesuatu undang-undang.
sebagai contoh, Malaysia sentiasa mempunyai akta yang diluluskan perundangan, "regulasi" (atau "peraturan") yang dikuatkuasakan cabang eksekutif yang dibenarkan perundangan, dan "common law" (juga dikenali sebagai "undang-undang kes", "undang-undang keputusan" atau "undang-undang duluan") yang diisu mahkamah (atau tribunal quasi-kehakiman dalam agensi) yang membincangkan dan membuat berbezaan diantara statut dan regulasi. Lihat undang-undang statut dan undang-undang bukan statut.
  • Common law sebagai berlawanan dengan undang-undang sivil: Satu lagi maksud bidang kuasa "common law" (kebanyakan berasal daripada sistem perundangan Inggeris) yang menekankan keputusan common law berbanding keputusan "undang-undang sivil", yang bersifat "kebenuaan Eropah" atau "kod", yang pula dipengaruhi undang-undang Roman yang berusia 2000 tahun lamanya. Undang-undang sivil ini dipelajari di universiti-universiti Eropah dan dipraktikkan oleh peguam-peguam sememjak kurun ke-12 di sana. Undang-undang jenis ini juga berhaluan kod seperti kod Napoleon Perancis atau BGB Jerman. Dalam bidang kuasa undang-undang sivil, duluan tidak mengikat dalam kes-kes masa depan.
  • Common law sebagai berlawanan dengan undang-undang equiti Maksud ketiga pula adalah perbezaan "common law" (ataupun hanya "undang-undang") dengan "equiti". Sehingga permulaan abad ke-20, kebanyakan bidang kuasa common law hanya mempunyai sistem mahkahmah selari, iaitu mahkamah "undang-undang" yang hanya boleh menganugerahkan ganti rugi berbentuk kewangan dan hanya mengiktiraf pemilik hartanah dan satu lagi mahkamah-mahkamah "equity" yang mengiktiraf pegangan tanah dan boleh mengeluarkan injunksi, iaitu arahan untuk melakukan atau berhenti melakukan sesuatu. Walaupun kedua-dua jenis mahkamah ini telah lama pun disatukan bidang kuasa mereka dan semua mahkamah diluaskan bidang kuasa mereka meliputi kesemua yang dinyatakan di atas, perbezaan diantara common law dan equiti masih penting dalam mengkatagorikan dan pengutamaan hak keatas hartanah, dan prinsip-prinsip yang yang diaplikasi kepada gran ganti rugi saksama oleh mahkamah-mahkamah. Di Malaysia seperti juga di England, jika terdapat konflik diantara kedua-dua cabang undang-undang ini, undang-undang ekuti akan mengatasi.
Terdapat banyak cabang undang-undang dikawal oleh common law. Sebagai contoh di England dan Wales, undang-undang mengenai kontrak dan tort tidak dijumpai di dalam statut, tetapi di dalam common law (meskipun di Malaysia, undang-undang kontrak dan satu cabang undang-undang tort, iaitu cabang saman fitnah, dikawal oleh statut bertulis iaitu Akta Kontrak 1950 dan Akta Fitnah). Di dalam hampir semua cabang undang-undang, statut hanya memberikan kenyataan ringkas mengenai prinsip-prinsip asas, tetapi simpadan dan definasi definatif wujud hanya di dalam common law. Untuk mengetahui apakah dia undang-undang berkenaan satu topik yang sebenarnya, seseorang hendaklah merujuk kepada keputusan duluan yang berkenaan dan menggunakan logik analogi untuk memahaminya.
Sebagai contoh, katakan ada satu statut yang mewajibkan semua rakyat satu negara untuk mengundi dalam pilihan raya. Statut itu pula mengatakan bahawa hanya "alasan yang munasabah" akan diterima bagi mereka yang gagal mengundi. Untuk mengetahui "alasan munasabah" tersebut, seseorang hendaklah merujuk kepada keputusan kes-kes berkenaan kegagalan mengundi dan alasan yang diberikan oleh pihak yang bertanggungjawab untuk mengetahui sama ada ia diterima oleh hakim atau tidak.


·         Romawi di Eropa terbagi empat negara bagian england, weis, scotlandia, and northern ireland.negara jajahan inggris yang menganut hukum ini.
·         Kumpulan-kumpulan jajahan inggris adalah common welf.
·         Tidak semua kasus memakai juri.
·         Utama yaitu yuris prudensi (keputusan-keputusan pengadilan di ikuti keputusan berikutnya).
·         Di nilai bersalah dan tidak bersalah.


Socialist law
Hukum Sosialis
digunakan di negara-negara komunis dan sebelumnya komunis. Hal ini didasarkan pada sistem hukum sipil, dengan modifikasi utama dan tambahan dari ideologi Marxis-Leninis. Ada kontroversi mengenai apakah hukum sosialis yang pernah merupakan sebuah sistem hukum yang terpisah atau tidak. Jika demikian, sebelum akhir Perang Dingin, hukum sosialis akan memperoleh peringkat di antara sistem hukum utama di dunia.

Sementara sistem hukum perdata secara tradisional menempatkan berusaha keras dalam mendefinisikan gagasan milik pribadi, bagaimana hal itu bisa diperoleh, ditransfer, atau hilang, sistem hukum sosialis menyediakan sebagian properti yang akan dimiliki oleh negara atau oleh koperasi pertanian, dan memiliki pengadilan khusus dan hukum untuk BUMN.
Banyak sarjana berpendapat bahwa hukum sosialis bukanlah klasifikasi hukum yang terpisah. Meskipun pendekatan ekonomi komando negara-negara komunis berarti bahwa sebagian besar jenis properti tidak dapat dimiliki, Uni Soviet selalu memiliki kode sipil, pengadilan yang menafsirkan kode sipil, dan pendekatan hukum perdata untuk penalaran hukum (dengan demikian, baik proses hukum dan pertimbangan hukum sebagian besar analog dengan sistem kode sipil Prancis atau Jerman). Sistem hukum di semua negara sosialis diawetkan kriteria formal dari hukum perdata Romano-Germanic, karena alasan ini, teori hukum di negara-negara pasca-sosialis biasanya mempertimbangkan hukum Sosialis sebagai kasus khusus dari hukum perdata Romano-Germanic. Kasus pengembangan hukum umum dalam hukum Sosialis tidak diketahui karena ketidakcocokan prinsip-prinsip dasar dari kedua sistem (hukum umum menganggap peran berpengaruh pembuatan aturan pengadilan, sementara pengadilan di negara-negara sosialis memainkan peran tergantung).

Teori hukum Soviet
karakteristik khusus yang berasal dari sifat sosialis negara Soviet dan mencerminkan ideologi Marxis-Leninis. Vladimir Lenin menerima konsepsi Marxis tentang hukum dan negara sebagai instrumen pemaksaan di tangan kaum borjuis dan mendalilkan penciptaan populer, pengadilan informal untuk menegakkan keadilan revolusioner. Salah satu teori utama legalitas sosialis Soviet dalam fase awal ini adalah Peteris Stučka.
Sementara tren utopis adalah satu lagi kritis terhadap konsep "keadilan proletar", diwakili oleh Evgeny Pashukanis. Sebuah tren diktator dikembangkan yang menganjurkan penggunaan hukum dan lembaga hukum untuk menekan semua oposisi terhadap rezim. Tren ini mencapai puncaknya di bawah Joseph Stalin dengan adanya pengaruh Andrey Vyshinsky, ketika administrasi peradilan dilakukan terutama oleh polisi keamanan di pengadilan khusus.
Selama de-Stalinisasi dari Nikita Khrushchev era, tren baru yang dikembangkan, berdasarkan legalitas sosialis, yang menekankan kebutuhan untuk melindungi hak-hak prosedural dan hukum warga, sementara masih menyerukan ketaatan kepada negara. Kode hukum baru, diperkenalkan pada tahun 1960, adalah bagian dari upaya untuk membangun norma-norma hukum dalam pemberian hukum. Meskipun legalitas sosialis tetap berlaku setelah tahun 1960, tren diktator dan utopis terus mempengaruhi proses hukum. Penganiayaan pembangkang politik dan agama terus, tapi pada saat yang sama ada kecenderungan untuk dekriminalisasi pelanggaran lebih rendah dengan menyerahkan mereka ke pengadilan rakyat dan badan-badan administratif dan berurusan dengan mereka dengan pendidikan daripada dengan penahanan. 
























No comments:

Post a Comment